KONSEP
LISTRIK STATIS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA BENDA
Gambar
1. Potongan kertas-kertas kecil tertarik oleh sisir plastik yang telah
digosokkan ke rambut
Berdasarkan gambar diatas, kertas-kertas
kecil dapat ditarik oleh sisir palstik yang telah digosokkan pada rambut. Kamu
bisa mencobanya sesuai dengan gambar di atas. Mengapa hal ini bisa terjadi?
Bagaimana Porses ini bisa terjadi? Mari kita pelajari meteri berikut ini dengan
penuh semangat.
A. Konsep Listrik Statis
Setelah melakukan aktivitas di atas,
mari kita mempelajari muatan listrik. Fenomena kelistrikan telah dipelajari
masyarakat sejak zaman dahulu. Jenis listrik yang dipelajari pada subbab ini
bukan listrik yang digunakan untuk menyalakan lampu atau menghidupkan televisi
dan kipas angin. Pada subbab ini kita akan mempelajari listrik yang tercipta saat
muatan listrik terbentuk pada suatu benda. Listrik semacam ini disebut listrik
statis. Listrik statis
adalah suatu fenomena kelistrikan yang
sering terjadi di mana partikel bermuatan berpindah dari satu benda ke benda yang lain.
a.
Muatan Listrik
Muatan listrik positif disebut proton dan disimbolkan
dengan tanda (+). Muatan listrik negative disebut elektron dan disimbolkan
dengan tanda negative (-). Satuan muatan listrik adalah Coulomb (C). Muatan
listrik yang sejenis akan tolak-menolak, sedangkan muatan tidak sejenis akan
Tarik-menarik. Perhatikan gambar di bawah ini!
Gambar
2. Gambar sebuah Atom
Pembahasan
mengenai muatan listrik tidak terlepas dari teori atom. Secara umum teori atom
menerangkan :
1.
Atom merupakan bagian terkecil
dari suatu benda
2.
Atom terdiri atas inti atom dan
kulit atom
3.
Inti atom tediri atas proton
(muatan positif) dan neutron (tidak bermuatan atau netral)
4.
Elektron bergerak mengelilingi
inti atom pada kulit atom
5.
Besar muatan proton sama dengan
electron yaitu 1,6 x 10-19 C. Pembedanya hanyalah jenis muatan
keduanya.
b. b. Pemberian Muatan Listrik
Pada
umumnya benda bermuatan netral. Suatu benda menjadi bermuatan listrik positif
atau negative dengan cara melepas atau menagkap electron. Hal ini dapat terjadi
karena electron dapat bergerak bebas di dalam atom.
v Benda netral memiliki jumlah proton sama dengan jumlah elektronnya.
v Benda yang kelebihan elektron disebut bermuatan negative.
v Benda yang kekurangan elektron disebut bermuatan positif.
Agar
lebih memahami penjelasan di atas, mari kita lihat gambar di bawah ini.
Gambar 3. Atom Netral, Atom Positif, Atom Negatif
Berdasarkan gambar 3, kita dapat menghitung jumlah elektron dan proton
untuk menentukan jenis muatan listrik pada sebuah benda. Pemberian muatan pada
benda dapat dilakukan dengan berbagai cara,, misalnya menggosok suatu benda
dengan benda lain. Jika dua buah benda digosokkan, elecktron akan berpindah
dari suatu benda ke benda lain.
Deret tribolistrik adalah daftar benda-benda dalam deret tertentu
ketika benda tersebut digosokkan dengan benda di deret atasnya, benda tersebut
menjadi bermuatan negative.sebaliknya ketika benda tersebut digosokkan dengan
benda di deret bawahnya benda akan bermuatan positif.
|
NO.
|
Nama Benda
|
No.
|
Nama Benda
|
|
1.
|
Bulu Kelinci
|
8.
|
Kayu
|
|
2.
|
Gelas
|
9.
|
Batu Amber
|
|
3.
|
Mika
|
10.
|
Damar
|
|
4.
|
Wol
|
11.
|
Logam (Cu, Ni, Ag)
|
|
5.
|
Batu Kucing
|
12.
|
Belerang
|
|
6.
|
Sutra
|
13.
|
Logam (Pt, Au)
|
|
7.
|
Kapas
|
14.
|
Seluloid
|
c.
Elektroskop
Elektroskop
adalah alat yang digunakan untuk mengetahui muatan listrik pada benda .
Gambar 4. Bagian – Bagian Elektroskop
Elektroskop
memiliki tiga bagian utama yaitu kepala elektroskop, daun elektroskop yang
terbuat dari lempeng emas atau almunium,, dan logam penghantar atau konduktor
yang menghubungkan kepala elektroskop dengan daun elektroskop. Daun elektroskop
akan membuka apabila kepala elektroskop didekatkan dengan benda yang bermuatan
listrik.
Agar
dapat mengetahui jenis muatan listrik pada benda, maka elektroskop yang digunakan
harus sudah bermuatan dan jenisnya telah diketahui. Jika lempeng daun
elektroskop semakin membuka lebar, maka jenis muatan pada benda sama dengan
jenis muatan pada elektroskop. Perhatikan gambar 5 di bawah ini.
Gambar 5. Prinsip kerja
elektroskop
Dalam
keadaan netral, daun elektroskop menguncup. Ketika bagian kepala elektroskop
disentuh benda bermuatan positif, sejumlah muatan negatif pada kaki elektron bergerak menuju kedua ke kepala elektroskop. Akibatnya daun elektroskop
bermuatan positif dan saling tolak menolak. Sehingga kita melihat daun
elektroskop mengembang.
Begitu pula Ketika kepala elektroskopnya
didekatkan dengan benda bermuatan negative maka, electron pada kepala
elektroskop akan ditolak menuju daun elektroskop. Akibatnya Daun elektroskop
bermuatan sama yaitu negative. Karena jenis muatannya sama maka akan tarik menarik. Sehingga kita melihat daun
elektroskop mengembang.